Dari Abu Dzar, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Pada pagi hari setiap tulang (persendian) dari kalian akan dihitung sebagai sedekah. Maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan kebaikan (amar ma’ruf) dan melarang dari berbuat munkar (nahi munkar) adalah sedekah. Semua itu cukup dengan dua rakaat yang dilaksanakan di waktu Dhuha.” [HR. Muslim, Abu Dawud dan riwayat Bukhari dari Abu Hurairah]
Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Kekasihku Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah berwasiat kepadaku tiga perkara: [1] puasa tiga hari setiap bulan, [2] dua rakaat shalat Dhuha dan [3] melaksanakan shalat witir sebelum tidur.” [HR. Bukhari, Muslim, Turmuzi, Abu Dawud, Nasa’i, Ahmad dan Ad-Darami]
Dari Abud Darda, ia berkata: “Kekasihku telah berwasiat kepadaku tiga hal. Hendaklah saya tidak pernah meninggalkan ketiga hal itu selama saya masih hidup: [1] menunaikan puasa selama tiga hari pada setiap bulan, [2] mengerjakan shalat Dhuha, dan [3] tidak tidur sebelum menunaikan shalat Witir.” [HR. Muslim, Abu Dawud, Turmuzi dan Nasa’i] Read the rest of this entry »












Perkembangan ilmu dsn teknologi pangan masa kini membuat manusia tidak tahu persis asal-usul bahan makanan yang dikonsumsinya. Hal ini dikarenakan komposisi/ingredient yang sangat kompleks atau banyaknya bahan tiruan yang dapat dibuat oleh manusia. Sebagai contoh, bila kita makan permen rasa jeruk, belum tentu terdapat jeruk asli dalam permen tersebut. Karena saat ini manusia dapat membuat tiruan rasa jeruk yang rasanya sangat mirip jeruk asli. Dalam Al-Qur’an telah disebutkan bahwa pada dasarnya segala sesuatu itu halal kecuali yang disebutkan secara khusus dalam Al-Qur’an. Artinya yang halal itu sudah jelas dan yang haram itu juga sudah jelas. Tetapi bagaimana dengan perkembangan ilmu pangan yamng membuat kita tidak tahu asal-usul bahan makanan? Dalam hukum agama islam juga tidak tahu, maka hukumnya menjadi syubhat. Untuk sesuatu yang syubhat, maka kita harus mencari tahu tentang asal-usul bahan makanan atau perlu belajar tentang pengetahuan bahan makanan atau perlu belajar tentang pengetahuan bahan pangan dan kosmetika terutama yang kita konsumsi sehari-hari.
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain ALLAH, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas kecuali yang sempat kamu sembelih, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala” (Q.S. Al-Maidah:3)