REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pembangunan Jembatan Selat Sunda ditargetkan mulai dibangun pada tahun 2014.
“Keputusan Presiden (Keppres) sudah keluar, tinggal dibuat komitmen pelaksanaannya,” kata Hatta pada workshop “Penguatan Sistem Inovasi untuk Mendukung Industri Hilir Kelapa Sawit dalam Rangka Implementasi Program MP3EI Koridor Sumatra, di Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa.
Hatta menjelaskan, pemerintah sudah menyiapkan lahan sekitar 40 ribu hektare untuk proyek itu. Kawasan terpadu tersebut, lanjutnya, terbagi seluas 20 ribu hektare di daerah Banten dan sisanya di Lampung sebagai penopang berkembangnya daerah industri ketika Jembatan Selat Sunda berdiri.
Setelah terbitnya Kepres realisasi pembangunan Jembatan Selat Sunda, lanjutnya, pemerintah menyusun komitmen perusahaan, baik swasta atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan menjadi pelaksana proyek tersebut.
Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum juga sedang menyiapkan “master plan” pembangunan ruas jalan untuk menghubungkan daerah dari Lampung sampai Aceh.
“Setiap Pemerintah Provinsi yang dilewati ‘highway’ tersebut diminta untuk ikut bertanggungjawab melakukan pembebasan lahan. Dana pembebasannya disiapkan pemerintah,” ujarnya.
Pembangunan Jembatan Selat Sunda diharapkan dapat mempercepat perluasan pembangunan ekonomi Indonesia di koridor Sumatera.
Menurut Hatta, koridor Sumatera berkembang dengan cepat dilihat dari investasi pada tahun 2011 yang mencapai Rp 489 triliun dan diproyeksikan pada tahun ini akan ada sekitar Rp500 triliun investasi yang masuk. Read the rest of this entry »












SEJARAH AGPAII Terdapat beberapa problema yang mendera Pendidikan (Agama) Islam, sejalan dengan itu,kemajuan ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi yang semakin pesat dengan segala dampak ikutannya, semua itu membawa tantangan tersendiri terhadap fenomena kehidupan beragama. Sebab itu, setiap Guru Pendidikan Agama Islam (GPAII) dituntut untuk dapat berperan secara aktif dalam menampilkan nilai-nilai agama yang dinamis, damai, toleran, dan inklusif, sehingga mampu mengarahkan berbagai kemajuan juga tantangan zaman yang dihadapinya.

