SMKN 21 JAKARTA, UNGGUL, KOMPETITIF, MANDIRI BERLANDASKAN IMAN & TAQWA

Archive for December, 2009

SEMILOKA DAKWAH

Posted by Bustamam on December 27, 2009

“Peningkatan Kemampuan Dakwah Sebagai Wujud Komitmen Para Da’i Indonesia”

Dahulu kurang lebih 700 tahun dunia dipimpin oleh Islam, sekarang Islam menjadi pesakitan/terpuruk/ terbelakang.  Solusinya kita berdakwah tidak beruswah / ittiba dengan Rasululloh (Hayatur Rasul kulluha da’wah) Kehidupan Rasululloh seluruhnya Dakwah, termasuk 26 kali perang Rasululloh memimpin perang.Dakwah yang kita lakukan sekarang adalah Dakwah Parsial.Seharusnya kita kembali ke Dakwah Rasululloh.

Dakwah adalah sebuah kegiatan yang berdimensi luas yang dibawa oleh para wali Gujarat.Dakwah sekarang masih hanya sekitar kaum muslimin saja. Dakwah bukan kegiatan sporadis tetapi harus terarah. Akhlaq para aktivis Dakwah perlu dirapikan. Pergeseran nilai di masyarakat sangat cepat, di Era Globalisasi sekarang adalah Krisis Akhlaq.

Dalam berdakwah kita harus mempunyai konsep, diantaranya adalah:
1. Himayatul Ummah (menjaga umat)
2. Taqwiyatul Ummah (pemberdayaan umat)
3. Tauhidul Ummah (menyatukan umat)

Read the rest of this entry »

Posted in berita | Tagged: | Leave a Comment »

Pendidikan dan Budaya kita harus dibenahi bersama oleh komponen bangsa!!!

Posted by Bustamam on December 3, 2009

Di Indonesia, apa yang saya rasakan adalah pelajaran di sekolah hanya sekedar teori untuk dihapalkan, bukan diamalkan melalui perbuatan dan perkataan. Di sekolah kita diajarkan motto: Kebersihan pangkal kesehatan. Tapi ya, sebatas kata-kata indah.
Setiap hari, saya berangkat dan pulang kerja naik KRL ekonomi jurusan Jakarta-Serpong. Dan tiap pagi dan sore saya menjumpai beraneka pasangan orang tua yang berpergian bersama anaknya yang masih balita. Hal yang membuat saya jengkel adalah tiap kali mereka makan, mereka membuang sampah makanannya tersebut ke kolong kursi. Selalu seperti itu. Berharap ada pengemis yang selalu menyapu kereta agar membersihkannya.

Karena si ibu melakukan hal seperti itu, maka si anak pun menirunya: menyingkirkan sampah dari pandangan ke kolong kursi kereta. saya yakin, tidak hanya di kereta. Di mana pun mereka berada, mereka pasti menemukan tempat untuk menyembunyikan sampahnya, entah di pojokan, di kolong jembatan, di got, di kali, dan bahkan di laut.

Di agama, kita juga diajarkan kebersihan. Islam mengajarkan berwudhu sebelum sholat. Tujuan berwudhu adalah mensucikan diri. Tapi ya, karena nalar orang-orang cuma sebatas mensucikan diri, ya hanya sampai di situ kebersihannya. Padahal, bersuci dengan membasuh bagian-bagian tubuh adalah mengingatkan kita atas segala perbuatan yang dikerjakan mulut, tangan, telinga, pikiran, dan kaki kita. Apakah tadi kita sudah menyakiti lingkungan atau tidak, apakah tadi kita sudah menyakiti perasaan orang di sekitar kita karena kita telah membuang sampah sembarangan.
Ya begitulah. Bangsa kita sangat perlu pelajaran moral yang lebih serius, bukan sekedar berkutat dengan teori dan hapalan Pancasila, hapalan ayat-ayat suci dan artinya, tapi tidak tahu bagaimana mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Posted in Artikel | Tagged: , , | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.