“Peningkatan Kemampuan Dakwah Sebagai Wujud Komitmen Para Da’i Indonesia”
Dahulu kurang lebih 700 tahun dunia dipimpin oleh Islam, sekarang Islam menjadi pesakitan/terpuruk/ terbelakang. Solusinya kita berdakwah tidak beruswah / ittiba dengan Rasululloh (Hayatur Rasul kulluha da’wah) Kehidupan Rasululloh seluruhnya Dakwah, termasuk 26 kali perang Rasululloh memimpin perang.Dakwah yang kita lakukan sekarang adalah Dakwah Parsial.Seharusnya kita kembali ke Dakwah Rasululloh.
Dakwah adalah sebuah kegiatan yang berdimensi luas yang dibawa oleh para wali Gujarat.Dakwah sekarang masih hanya sekitar kaum muslimin saja. Dakwah bukan kegiatan sporadis tetapi harus terarah. Akhlaq para aktivis Dakwah perlu dirapikan. Pergeseran nilai di masyarakat sangat cepat, di Era Globalisasi sekarang adalah Krisis Akhlaq.
Dalam berdakwah kita harus mempunyai konsep, diantaranya adalah:
1. Himayatul Ummah (menjaga umat)
2. Taqwiyatul Ummah (pemberdayaan umat)
3. Tauhidul Ummah (menyatukan umat)











Di Indonesia, apa yang saya rasakan adalah pelajaran di sekolah hanya sekedar teori untuk dihapalkan, bukan diamalkan melalui perbuatan dan perkataan. Di sekolah kita diajarkan motto: Kebersihan pangkal kesehatan. Tapi ya, sebatas kata-kata indah.
Karena si ibu melakukan hal seperti itu, maka si anak pun menirunya: menyingkirkan sampah dari pandangan ke kolong kursi kereta. saya yakin, tidak hanya di kereta. Di mana pun mereka berada, mereka pasti menemukan tempat untuk menyembunyikan sampahnya, entah di pojokan, di kolong jembatan, di got, di kali, dan bahkan di laut.